SEBANYAK 121 WARGA JABAR TEWAS SAAT DEMO KDM DI UPACARA KEMERDEKAAN GEDUNG SATE

DATA INFORMASI KLARIFIKASI
SUMBER HOAKS
YOUTUBE
KANAL ADUAN
YOUTUBE
BUKTI ADUAN
GAMBAR
PETUGAS CEK FAKTA
Tommy Sutami
DILIHAT
49 KALI

Rabu, 19 Agustus 2026

[ FALSE CONNECTION ] 


KLAIM : 

Beredar thumbnail video di YouTube pada 17 Agustus 2026 yang diunggah oleh akun @TarbiyahDaily dengan narasi bahwa upacara pengibaran bendera pada Hari Kemerdekaan diwarnai kericuhan akibat aksi demonstrasi hingga menyebabkan 121 korban jiwa. Thumbnail tersebut juga menyebutkan bahwa para pendemo meminta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi segera dilengserkan dari jabatannya.  


CEK FAKTA : 

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video tersebut merupakan kompilasi beberapa potongan video dari sumber dan waktu yang berbeda. Potongan pertama berasal dari akun TikTok @bulukfirmankhan yang diunggah pada 6 Februari, berisi situasi demonstrasi di Gedung Sate dan narasi mengenai ancaman massa untuk menabrak pagar Gedung Sate menggunakan truk apabila tuntutan mereka tidak direspons. 


Potongan berikutnya berasal dari akun @ason yang mengutip video @H.B.Media dan memperlihatkan tanggapan Dedi Mulyadi terhadap aksi demonstrasi. Sementara itu, video dari @sundalandmedia memperlihatkan truk yang telah merusak pagar Gedung Sate. Adapun video dari @beritainspira menampilkan aksi unjuk rasa dengan tuntutan agar aktivitas tambang Parung Panjang kembali diaktifkan. 


Penelusuran juga menemukan dua unggahan pada 10 Maret di akun TikTok yang ini @H.B.Media dan yang ini @H.B.Media yang membahas tanggapan Dedi Mulyadi mengenai demonstrasi terkait tambang Parung Panjang. Tidak ditemukan keterkaitan antara unggahan tersebut dengan upacara pengibaran bendera pada 17 Agustus ataupun klaim mengenai 121 korban jiwa dan tuntutan pelengseran KDM.


Penggunaan potongan video dari peristiwa yang berbeda kemudian disusun menjadi satu video sehingga menimbulkan kesan seolah-olah seluruh kejadian berlangsung dalam satu peristiwa yang sama. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada thumbnail atau judul video yang provokatif dan selalu memeriksa sumber asli, tanggal unggahan, serta konteks dari setiap video sebelum membagikannya.

KESIMPULAN:

Klaim yang menyebutkan bahwa upacara pengibaran bendera pada Hari Kemerdekaan diwarnai kericuhan hingga menyebabkan 121 korban jiwa dan para pendemo meminta Dedi Mulyadi dilengserkan adalah tidak benar. Video tersebut menggunakan potongan dari beberapa peristiwa berbeda sehingga menciptakan konteks yang keliru. 


RUJUKAN :
Tiktok @Bulukfirmankhan 

Tiktok @H.B.Media

Tiktok @SundalandMedia

Tiktok @BeritaInspira 


TEKS : Kelvin Kaliva Reiza @kklvviin